Unit 5.1

Kepemilikan

Noun Phrase

Kepemilikan [possessive case] digunakan untuk menjelaskan bahwa suatu hal merupakan milik seseorang atau hewan.

Terdapat tiga cara untuk menunjukkan kepemilikian:

  • Untuk bentuk tunggal, kita dapat menambahkan tanda apostrof dan s (‘s) ke kata benda tunggal: catcat’s;
  • Untuk bentuk jamak kita dapat menambahkan apostrof () ke kata benda jamak beraturan: catscats;
  • Untuk bentuk jamak tidak beraturan, kita menambahkan apostrof dan s (’s) ke kata benda jamak tidak beraturan: peoplepeople’s.
  • Tunggal:
    • This is my sister‘s room (satu saudara perempuan).
    • You can find my friend‘s number here (satu teman).
  • Jamak:
    • This is my sisters’ room (dua saudara perempuan atau lebih).
    • You can find my friends’ numbers here (dua teman atau lebih).
  • Jamak tidak beraturan:
    • These children‘s mobile phones are missing (dua anak atau lebih).
    • She took these women‘s phone numbers (dua wanita atau lebih).

Kepemilikan digunakan untuk membicarakan hal-hal yang merupakan milik seseorang atau hewan, tetapi kita juga dapat menggunakannya untuk mengekspresikan hubungan dan ciri-ciri fisik dari subjek tersebut.

Kepemilikan [possessive case] digunakan untuk membicarakan hal-hal yang merupakan milik seseorang atau hewan, serta hubungan dan ciri-ciri fisik dari subjek tersebut.

Contoh:
— Kata benda tunggal: “The cat‘s ball is on the sofa.” = Bola tersebut adalah milik seekor kucing, jadi kita menambahkan (-‘s).
— Kata benda jamak: “The cats ball is on the sofa.” = Bola tersebut adalah milik lebih dari seekor kucing, jadi kita menambahkan ().
— Kata benda jamak tidak beraturan: “The children‘s ball is on the sofa.” = Children adalah kata benda jamak tidak beraturan, jadi kita menambahkan (-‘s).

Revisi kembali pelajaran ini di bagian {Form}. Perhatikan bagian {Example} tentang cara penggunaannya dalam sebuah konteks kalimat.

License

English Grammar A1 Level for Indonesian speakers Copyright © 2018 by books4languages. All Rights Reserved.

Share This Book