Unit 7.2

Nomor Urutan

Determiners

Nomor urutan [ordinal numbers] menggambarkan suatu urutan numerik, posisi suatu elemen dalam sebuah daftar.

Nomor urutan umumnya diawali oleh kata sandang the dan diletakkan setelah kata kerja. Nomor urutan dibentuk dengan menambahkan akhiran -th* pada bilangan kardinal (1 – 10):

  • 1st* – First
  • 2nd* – Second
  • 3rd* – Third
  • 4th – Fourth
  • 5th* – Fifth
  • 6th – Sixth
  • 7th – Seventh
  • 8th* – Eighth
  • 9th* – Ninth
  • 10th – Tenth

*Pengecualian (juga untuk twelve = twelfth).

  • It’s my second time in Sweden.
  • He was the first on the list.
  • Our house is the fourth on the left.

Kita menggunakan nomor urutan untuk menunjukkan posisi dari sesuatu.

Bilangan kardinal digunakan untuk menunjukkan kuantitas suatu benda, sedangkan nomor urutan digunakan untuk menujukkan urutan numerik.

Nomor urutan [ordinal numbers] berbeda dengan bilangan kardinal [cardinal numbers] karena digunakan untuk menjelaskan posisi suatu elemen dalam sebuah daftar.

Nomor urutan dibentuk dengan menambahkan akhiran -th pada bilangan kardinal: first, second, third, fourth, fifth, sixth, seventh, eighth, ninth dan tenth.

Contoh:
— “It’s my fifth time in Spain.” = Ini adalah kelima kalinya saya telah mengunjungi Spanyol dan sekarang saya berada di sana. (fifth = nomor urutan).
♦ “I’ve been to Spain five times.” =Jumlah berapa kali saya telah mengunjungi Spanyol dan saat ini saya tidak lagi di sana. (five = bilangan kardinal).

CATATAN: 1, 2, 3, 5, 8, 9 dan 12 adalah pengecualian (karena bentuk nomor urutannya tidak mengikuti aturan umum: first, second, third, fifth, eighth, ninth dan twelfth).

Revisi kembali pelajaran ini di bagian {Form}. Perhatikan bagian {Example} tentang cara penggunaannya dalam sebuah konteks kalimat.

License

English Grammar A1 Level for Indonesian speakers Copyright © 2018 by books4languages. All Rights Reserved.

Share This Book